Tampilkan postingan dengan label Alam Semesta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alam Semesta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Maret 2011

Gunung Api Terbesar di Dunia Akan Meletus?

Gunung berapi di Yellowstone National Park, di kawasan barat laut Wyoming, Amerika Serikat, menunjukkan tanda-tanda aktivitas yang tidak lazim.
Menurut catatan United States Geological Survey, dataran di kawasan itu telah naik dengan kecepatan tiga inci atau sekitar 7,6 sentimeter per tahun dalam tiga tahun terakhir. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi sejak mulai dicatat pada tahun 1923.

“Pertumbuhan ketinggian tersebut sangat tidak lazim karena ia terjadi di kawasan yang sedemikian luas dan pada kecepatan yang sangat tinggi,” kata Robert Smith, seorang profesor geofisika dari University of Utah, seperti diberitakan DailyMail, 9 Maret 2011.

Awalnya, kata Smith, pihaknya khawatir bahwa fenomena ini akan menjurus ke meletusnya gunung tersebut. “Namun demikian, kami mendapati bahwa magma di bawah kawasan itu kini berada di kedalaman 10 kilometer, jadi kita tidak usah panik,” ucapnya.

Meski begitu, Smith menyebutkan, jika magma terus naik hingga hanya 2 sampai 3 kilometer dari permukaan tanah, saat itulah warga AS perlu betul-betul khawatir.

Seperti diketahui, gunung di Yellowstone National Park pernah dua kali meletus secara dahsyat sekitar 1,3 juta tahun lalu dan sekitar 642 ribu tahun lalu. Terakhir kali meletus, ia memuntahkan debu hingga ketinggian 30 ribu kaki atau sekitar 9.100 meter dan debunya telah menutup kawasan mulai dari barat Amerika Serikat hingga Teluk Meksiko.

Para peneliti memprediksi, jika fenomena kenaikan permukaan tanah di kawasan tersebut berlanjut, gunung berapi super ini berpotensi meletus dalam waktu dekat. Jika sampai meletus, maka dua per tiga bagian dari Amerika Serikat tidak akan lagi dapat dihuni.

Sayangnya, akibat kurangnya data yang dimiliki dari letusan terakhir, peneliti tidak dapat memperkirakan kapan bencana alam berikutnya akan terjadi. Yang pasti, letusan dahsyat gunung ini bakal membuat letusan gunung Eyjafjallajokull di Islandia pada April 2010 lalu--yang sempat merusak jadwal penerbangan di seluruh dunia--menjadi tampak sangat kecil skalanya. (kd)
Read More >>

Senin, 07 Maret 2011

Beginilah keadaan dunia sebelum ada mahluk hidup beserta seluruh cakra

.
.
.
.
.
.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

kosong...hampa..tak ada apa apa....
Read More >>

Waspadai Gelombang Tinggi pada 5 Hari Kedepan

Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi tingginya gelombang air laut pada lima hari kedepan yang menyelimuti wilayah Indonesia, pada Minggu-Kamis, 29 November-3 Desember 2009.

Pada hari minggu, gelombang dapat terjadi 2,0 M S/D 3,0 M di Perairan Kepulauan Natuna, Selat Sunda Bagian Selatan, Perairan Banten Hingga Selatan Jawa Barat, Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah Hingga Selatan Jawa Timur Dan Laut Utara Halmahera. Sementara gelombang  3,0 M S/D 4,0 M dapat terjadi di  Laut Cina Selatan .

Potensi yang dapat ditimbulkan dengan kondisi cuaca seperti ini yakni terjadi hujan lebat disertai petir bertpeluang di Laut Cina Laut Cina Selatan, Selat Malaka bagian Utara, Samudera Hindia barat Bengkul, Perairan Bangka, Perairan Pantai Utara Jawa barat.

Selain itu, adanya awan gelap (Cumulonimbus) di lokasi tersebut dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang.

Sementara, Senin 30 November 2009, gelombang dapat terjadi 2,0 M S/D 3,0 M Di : Laut Sulu, Perairan Kepulauan Natuna, Perairan Utara Sambas, Perairan Utara Kalimantan, Selat Karimata Bagian Utara, Samudera Hindia Sebelah Barat Kepulauan Mentawai, Samudera Hindia Barat Lampung, Selat Sunda Bagian Selatan, Samudera Hindia Selatan Jawa Barat, Perairan Kepulauan Sangihe Talaud Dan Laut Halmahera Bagian Utara .

Gelombang dapat terjadi 3,0 M S/D 4,0 M di  Laut Utara Natuna. Rekomendasi ( Peringatan Dini ) Gelombang Dapat Terjadi 4,0 M S/D 5,0 M di Laut Cina Selatan. Adanya awan gelap (Cumulonimbus) di lokasi tersebut dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang.

Selasa, 1 Desember 2009, gelombang dapat terjadi 2,0 M S/D 3,0 M di Laut Sulu, Perairan Kepulauan Natuna, Perairan Utara Kalimantan, Perairan Sambas, Perairan Timur Batam, Perairan Timur Kepulauan Riau, Selat Karimata Bagian Utara, Perairan Utara Bangka, Samudera Hindia Barat Laut Aceh, Samudera Hindia Selatan Jawa Barat, Perairan Kepulauan Sangihe Talaud, Laut Maluku Utara, Laut Utara Halmahera Perairan Utara Papua Dan Teluk Cendrawasih .

Gelombang dapat terjadi 3,0 M S/D 4,0 M Di : Laut Natuna Bagian Utara Dan Samudera Pasifik Utara Pulau Biak. Rekomendasi ( Peringatan Dini ) Gelombang Dapat Terjadi 4,0 M S/D 5,0 M Di : Laut Cina Selatan. Adanya awan gelap (Cumulonimbus) di lokasi tersebut dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang.

Rabu,  2 Desember 2009, gelombang dapat terjadi 2,0 M S/D 3,0 M di Laut Sulu, Perairan Kepulauan Natuna, Perairan Utara Kalimantan, Perairan Sambas, Perairan Timur Batam, Perairan Timur Kepulauan Riau, Selat Karimata Bagian Utara, Perairan Utara Bangka, Samudera Hindia Barat Laut Aceh, Samudera Hindia Selatan Jawa Barat, Perairan Kepulauan Sangihe Talaud, Laut Maluku Utara, Laut Utara Halmahera, Perairan Kepulauan Raja Ampat, Perairan Utara Papua Dan Teluk Cendrawasih .

Gelombang dapat terjadi 3,0 M S/D 4,0 M di Laut Cina Selatan Dan Samudera Pasifik Utara Pulau Biak. Adanya awan gelap (Cumulonimbus) di lokasi tersebut dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang.

Sementara, Kamis 3 Desember 2009, gelombang dapat terjadi 2,0 M S/D 3,0 M di Laut Andaman, Laut Sulu, Perairan Kepulauan Natuna, Perairan Utara Kalimantan, Perairan Sambas, Perairan Timur Batam, Perairan Timur Kepulauan Riau, Selat Karimata Bagian Utara, Perairan Utara Bangka, Selat Malaka Bagian Utara, Samudera Hindia Barat Laut Aceh, Perairan Kepulauan Sangihe Talaud, Laut Maluku Utara, Laut Utara Halmahera, Perairan Kepulauan Raja Ampat, Perairan Utara Papua Dan Teluk Cendrawasih .

Gelombang dapat terjadi 3,0 M S/D 4,0 M di Laut Cina Selatan, Laut Utara Natuna Dan Samudera Pasifik Utara Pulau Biak. Rekomendasi ( Peringatan Dini ) Gelombang Dapat Terjadi 4,0 M S/D 5,0 M : Nil. Adanya awan gelap (Cumulonimbus) di lokasi tersebut dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang.
Read More >>

Pertama Kali, Macan Tutul Sunda Tertangkap Kamera

Kucing besar raksasa, macan tutul Sunda yang sulit ditemukan dalam empat tahun terakhir berhasil tertangkap kamera di Sumatera, untuk pertama kali. Seperti apa?

Macan tutul Sunda yang ‘malu’ terhadap kamera berhasil masuk perangkap yang disediakan Taman Nasional Berbak, Jambi. Rekaman selama 22 detik itu menunjukkan kucing langka ini memasuki semak hutan yang lebat.

Ini memberikan bukti bahwa predator itu mampu berdapatasi untuk hidup di puncak pohon. Hewan tersebut memiliki ekor panjang sebagai pendukung keseimbangan.

"Rekaman itu menjadi bukti betapa kaya keanekaragaman satwa liar di Taman Nasional Berbak. Ini menjadi alasan pentingnya menciptakan konservasi untuk perlindungan jangka panjang," ujar Sarah Christie dari Zoological Society of London.

Macan tutul dahan merupakan kucing besar paling sukar dipahami, sama seperti singa, harimau, jaguar dan macan tutul salju. Hidup di Asia Tenggara, Cina dan India, hewan itu memiliki bintik-bintik awan yang lebih besar dari macan tutul biasa.

Ilmuwan menyadari adanya spesies baru macan tutul di Pulau Borneo dan Sumatera pada 2007. Ini menunjukkan betapa dua spesies macan tutul telah terpisah setidaknya satu juta tahun lalu.

Sejak 2008, macan tutul Sunda terdaftar sebagai hewan langka oleh Persatuan Internasional Konservasi Alam. Hewan ini diperkirakan hanya ada 10.000 ekor di seluruh dunia.
Read More >>

Selasa, 01 Maret 2011

'Gunung Piramid' di Indonesia

Perburuan jejak peradaban masa silam tak pernah berhenti. Termasuk, keyakinan nusantara memendam peradaban tinggi di masa lampau. Komunitas Turangga Seta, misalnya, menjelajah sejumlah lokasi yang mempunyai gunung berbentuk piramida. Mereka mengklaim ada ratusan piramid yang tersembunyi di bawah bukit, diantaranya berada di Bandung dan Garut.





Read More >>

Jumat, 25 Februari 2011

Ilmuwan Temukan 'Kaktus Berjalan'

Fosil binatang aneh yang dijuluki kaktus berjalan ini memberi titik terang evolusi kepiting dan laba-laba. Temuan ilmuwan China ini diterbitkan di jurnal Nature.

Spesimen fosil ini ditemukan pada 2006 di dalam batu di wilayah Jianshan, dekat Haikou, barat daya Provinsi Yunnan, China. Fosil ini mengungkap lobopodian berperisai yang hidup hampir setengah miliar silam.

Hewan ini hidup di masa Cambrian Explosion, ledakan menakjubkan keanekaragaman hayati yang menentukan masa depan spesies yang hidup saat ini. Hewan ini memiliki panjang sekitar enam centimeter.

Selain itu, hewan ini memiliki duri pusat yang memberi kesan seperti cacing kurus bertubuh lunak. Selain duri pusat, terdapat 10 pasang duri yang menyatu dengan duri pusat yang tampak seperti kaki.

Menurut jurnal itu, hewan primitif ini berhubungan erat dengan fosil modern Arthropoda. Temuan ini mendukung teori bahwa Arthropoda berasal dari moyang yang memiliki kaki yang berkembang menjadi kaki keras seperti bagian tubuhnya yang lain.

Spesies ini dijuluki Diana Cactiformis. Dian merupakan derifasi dari Yunnan China, sementara Cactiformis merujuk pada bentuknya yang mirip kaktus.
Read More >>

Minggu, 20 Februari 2011

Sensus: Ada 50 Miliar Planet di Bima Sakti

Para ilmuwan antariksa mengadakan sensus kosmik pertama di galaksi Bima Sakti. Hasilnya, diperkirakan ada 50 miliar planet di galaksi tersebut.

Setidaknya ada 500 juta planet di wilayah yang tidak terlalu panas dan tidak tidak terlalu dingin -- di mana mungkin ada kehidupan. Perkiraan jumlah ini didasarkan hasil sementara yang diperoleh teleskop pemburu planet, Kepler milik Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA.

Ilmuwan Kepler, William Borucki, mengatakan, jumlah planet tersebut diperoleh dari pengamatan zona kecil di langit malam, lalu membuat estimasi dengan dasar asumsi, setiap bintang memiliki sejumlah planet. Kepler menghitung planet-planet tersebut saat melintas antara Bumi dan orbit bintang.

Sejauh ini, Kepler telah menemukan 1.235 kandidat planet yang diperkirakan bisa menopang kehidupan, 54 di antaranya berada di zona Goldilocks. Misi Kepler bukan untuk memeriksa setiap planet, namun memberi gambaran pada para astronom tentang jumlah planet, khususnya yang berpotensi ditinggali makhluk hidup.

Borucki dan rekan-rekannya menggambarkan, satu dari dua bintang memiliki planet, dan satu dibanding 200 bintang memiliki planet yang berpotensi ditinggali makhluk hidup. Estimasi ini diumumkan dalam konferensi tahunan American Association for the Advancement of Science, Sabtu 19 Februari 2011.

Ini baru perkiraan minimum, sebab bintang-bintang tersebut bisa memiliki lebih dari satu planet. Kepler pun belum mampu melihat planet-planet di sisi luar bintang.

Misalnya, jika Kepler berjarak 1.000 tahun cahaya dari Bumi dan melihat ke Matahari, ketika Venus melintas, hanya ada kemungkinan 1:8 Kepler melihat Bumi.

Untuk mendapatkan estimasi total jumlah planet, para ilmuwan menggunakan frekuensi yang telah diterapkan dan mengaplikasikannya ke beberapa bintang di Bima Sakti.

Sebelum sensus dilakukan, para ilmuwan berasumsi, ada 100 miliar bintang di Bima Sakti, sementara itu, tahun lalu, para astronom Universitas Yale, memperkirakan ada 300 miliar bintang.

Jumlah sebanyak itu hanya ada di galaksi Bima Sakti. Bayangkan jumlah seluruh planet di alam semesta. Apalagi, jumlah galaksi diperkirakan ada 100 miliar.

Borucki mengatakan, kalkulasi teranyar berdasar sensus ini akan mengantarkan kepada pertanyaan, adakah kehidupan lain di luar sana. "Pertanyaan berikutnya, mengapa mereka tidak mengunjungi kita di Bumi," kata Borucki, seperti dimuat Associated Press, Minggu 20 Februari 2011. Jawabannya? "Saya tidak tahu," tukas dia. (art)
Read More >>

Jumat, 18 Februari 2011

Sepele, Lumut Obat Alami Berbagai Macam Penyakit

Indonesia merupakan Negara yang mempunyai keanekaragaman hayati tertinggi di dunia setelah Brazil. Banyak keanekaragaman hayati Indonesia belum diketahui potensinya, akan tetapi telah mengalami kepunahan. Salah satu keanekaragaman hayati yang belum banyak digali potensinya adalah tumbuhan lumut. Tumbuhan lumut yang terdapat di Indonesia mencapai 1500 spesies, tetapi belum banyak penelitian yang mengkaji potensi tumbuhan lumut Indonesia. Sebagai tumbuhan tingkat rendah, lumut memiliki fungsi yang tidak kalah penting dibanding tumbuhan lain. Beberapa jenis bryophyta selain berfungsi sebagai tumbuhan perintis, juga bermanfaat untuk pengobatan dan bernilai estetis sebagai tanaman hias.



Beberapa jenis sphagnum atau lumut rawa memiliki manfaat dalam dunia kesehatan. Spesies endemik yang hanya dapat ditemui di Curug Cibeureum, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, ini sudah digunakan untuk obat penyakit kulit dan mata.


Selain itu, menurut beberapa literatur pengobatan kuno, beberapa jenis lumut hati dapat pula digunakan untuk obat gangguan liver atau hati.


Namun Eka AP Iskandar MSc, peneliti lumut di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mengingatkan penggunaan lumut untuk obat gangguan fungsi hati harus dikaji ulang terlebih dulu. Hal ini disebabkan masih berkaitan erat antara pengobatan kuno dengan mitos-mitos.


Untuk mengenal manfaat tumbuhan lumut lebih jauh dapat dilihat dari potensi yang dikandungnya, di antaranya ekstrak lumut dapat digunakan sebagai antikanker, antibakteri, antifungi, antifidan (tidak dimakan oleh serangga), mengobati darah tinggi, epilepsi, sebagai antiseptik, penyakit kulit, mengobati luka bakar, luka sayatan, mengobati penyakit jantung, menumbuhkan rambut, menghilangkan racun akibat gigitan ular, sebagai pendegradasi logam berat yang banyak terkandung dalam tanah pertanian.


Tumbuhan lumut yang sudah dikenal manfaatnya sebagai obat-obatan terbagi atas dua golongan yaitu lumut hati dan lumut daun. Beberapa tumbuhan lumut tersebut antara lain:


1. Marchantia polymorpha dikenal juga dengan lumut hati, jenis tersebut dapat digunakan sebagai obat hepatitis, menghilangkan racun akibat gigitan ular.


2. Conocephalum conicum, juga termasuk lumut hati, berfungsi sebagai antibakteri, antifungi, mengobati luka bakar dan luka luar.


3. Frullania tamarisci, merupakan lumut hati yang dapat digunakan sebagai obat antiseptik.


4. Fissidens japonicum, merupakan lumut daun, dapat digunakan untuk membantu pertumbuhan rambut.


5. Rhodobryum giganteum, merupakan jenis lumut daun yang dapat mengobati tekanan darah tinggi dan sebagai sedatif atau obat bius.


6. Cratoneuron filicinum, termasuk lumut daun yang mengandung senyawa untuk mengobati penyakit jantung.


7. Haplocladium catillatum, merupakan lumut daun, yang berguna untuk mengobati mengobati pneumonia.


Keanekaragaman tumbuhan lumut yang terdapat di Indonesia yang memiliki potensi sebagai obat-obatan belum banyak dilakukan penelitian mengenai kandungan kimianya, maka dari itu diperlukan kerjasama antara peneliti dan industri obatan-obatan untuk melakukan kajian ilmiahnya. Hal tersebut dapat membuka peluang ekonomi yang besar bagi industri obat-obatan yang membutuhkan bahan baku alami sebagai bahan dasar untuk pembuatan obat-obatan dan keanekaragaman tumbuhan lumut itu sendiri dapat dipertahankan.
Read More >>

Rabu, 16 Februari 2011

Astronom Temukan Planet Terbesar di Tata Surya

 
Sekelompok astronom yakin bahwa mereka telah menemukan planet baru dalam tata surya. Planet tersebut diduga berukuran empat kali lebih besar daripada Jupiter dan berada pada jarak yang sangat jauh dari Matahari.

Keberadaan planet tersebut masih perlu dibuktikan. Namun, beberapa kalangan percaya bahwa bukti-bukti telah terkumpul lewat hasil observasi teleskop NASA, WISE. Data terkait temuan planet tersebut akan dipublikasikan tahun ini.

Daniel Whitmire dari Universitas Lousiana Lafayette, AS, percaya bahwa data-data bisa membuktikan keberadaan planet itu dalam dua tahun. “Jika benar, saya dan rekan saya, John Matese, akan jungkir balik. Dan, itu tidak mudah pada usia kami,” katanya.

Untuk sementara, planet itu dinamai Tyche. Nama itu diambil dari nama dewi Yunani yang menentukan nasib suatu kota. Tyche diduga merupakan planet gas raksasa, jenis planet yang sama seperti Jupiter.
Tyche diduga terdapat di bagian luar Awan Oort, sebuah kawasan “terpencil” di tata surya. Jarak planet ini dengan Matahari mencapai 15.000kali dari jarak Matahari-Bumi atau 375 kali jarak Matahari-Pluto.

Whitmire percaya, penyusun utama Tyche adalah Hidrogen dan Helium. Ia juga mengungkapkan bahwa atmosfer planet ini mirip atmosfer Jupiter. “Anda juga bisa berharap planet ini memiliki beberapa satelit,” katanya.

Whitmire juga percaya planet itu memiliki cincin awan seperti milik Jupiter.

Umumnya, planet yang berada di wilayah Awan Oort memiliki suhu hampir nol mutlak (-273 derajat celsius). Namun, Tyche diperkirakan memiliki suhu -73 derajat celsius, 4-5 kali lebih hangat dari Pluto.

Jika terbukti kebenaran keberadaannya, Tyche akan menjadi planet ke sembilan sekaligus planet terbesar. International Astronomical Union (IAU) akan menjadi pihak yang menyetujui atau menolak keberadaan planet ini.

Whitmire dan Matese menduga keberadaan planet berdasarkan adanya kejanggalan pada sudut kedatangan komet yang banyak terdapat di Awan Oort. Sebesar 20 persen jumlah tertentu yang muncul sejak tahun 1898 memiliki sudut datang yang lebih besar dari seharusnya.

Kemungkinan keberadaan Tyche diungkapkan Whitmire dalam wawancaranya dengan The Independent, Minggu (13/2/2011). Hasil penelitian Whitmire itu didasarkan pada adanya kejanggalan sudut datang komet yang dipublikasikan di jurnal Icarus bulan ini. (suaramedia)
Read More >>

Senin, 14 Februari 2011

Manusia berhasil "mendarat" di Mars

Misi Mars500 antarkan manusia "menjejak" planet Mars.

Hari ini (14/2) tiga orang kosmonaut dijadwalkan untuk menjelajahi permukaan Mars dalam rangka investigasi geologis. Ketiga orang itu, Diego Urbina (Italia), Alexander Smoleevskiy (Rusia), dan Wang Yue (China) merupakan tim pertama dari tim Mars500 yang terdiri dari enam orang. Ketiga anggota tim lainnya adalah Romain Charles (Perancis), Sukhrob Kamolov, dan Alexey Sitev (Rusia).

Dr. Martin Zell, Kepala European Space Agency (ESA) di International Space Station (ISS) menjelaskan, dua dari tiga orang dalam tim pertama akan turun ke permukaan Mars sementara seorang lagi tetap berada dalam modul pendaratan. Sedangkan tiga orang anggota tim kedua dijadwalkan baru akan menjelajahi Mars pada 27 Februari.

Namun penjelajahan tersebut baru akan terjadi secara virtual, belum terjadi secara nyata. Semua aktivitas dikendalikan oleh sistem komputer. Jadi pada kenyataannya, permukaan Mars yang mereka jelajahi adalah lantai berpasir dalam sebuah modul luar angkasa yang terletak di Moskow, Rusia.

Meski begitu, anggota tim yang akan melakukan penjelajahan tetap mengenakan pakaian luar angkasa lengkap yang biasa dipakai kosmonaut. Sebuah robot juga akan menyertai dua orang yang menjelajahi permukaan Mars. Selain itu, seluruh aktivitas mereka juga akan dipantau oleh Pusat Misi Moskow.

Proyek Mars 500 sudah dimulai sejak Juni tahun 2010. Proyek yang dijalankan atas kerja sama Russia's Institute of Biomedical Problems dengan ESA ini bertujuan untuk mempelajari efek psikologis dan fisiologis yang akan dialami manusia dalam perjalanan panjang ke luar angkasa. Sampai saat ini, menurut Zell, mereka belum menemui masalah serius.

Proyek itu sendiri dinamakan Mars500 karena mensimulasikan waktu yang diperlukan manusia untuk melakukan misi ke Mars di masa depan dengan menggunakan roket seperti saat ini. Misi diperkirakan memakan waktu 250 hari untuk sampai ke Mars, 30 hari untuk berada di permukaannya, dan 240 hari perjalanan kembali ke Bumi (total 520 hari). Namun pada kenyataannya, waktu yang diperlukan bisa saja lebih lama dari perkiraan ini.

Mars500 memang belum berhasil membuat simulasi tanpa-berat konstan layaknya perjalan delapan bulan di luar angkasa. Namun misi itu telah berhasil menerapkan komunikasi antara anggota tim yang berada di dalam modul dan di luar modul dimana perlu waktu tunda 20 menit untuk mencapai kedua titik itu. Waktu tersebut tidak jauh berbeda dengan waktu yang harus ditempuh gelombang radio antara Mars dan Bumi.
Read More >>

Kamis, 10 Februari 2011

Asteroid Apophis Akan Menghancurkan Bumi Tanggal 13 April 2036

Asteroid Apophis kembali menjadi berita setelah sebuah laporan Rusia menyimpulkan Asteroid itu bisa menabrak bumi di tahun 2036.
Mereka bahkan meramalkan tanggal kapan terjadi tabrakan.

"Kemungkinan tabrakan dengan Bumi dapat terjadi pada tanggal 13 April 2036," ujar Profesor Leonid Sokolov dari St Petersburg State University menyimpulkan.

Seperti dikutip dari kantor berita Rusia RIA Novosti, Sokolov mengatakan meski memiliki kemungkinan tabrakan yang sangat kecil, penting untuk merencanakan semua skenario yang mungkin.

Dia menambahkan asteroid kemungkinan besar hancur menjadi bagian-bagian yang lebih kecil yang dapat berbenturan dengan Bumi pada tahun berikutnya.

Asteroid Apophis menjadi berita utama di tahun 2009 ketika para ilmuwan memperkirakan kemungkinan lebih dari 2 persen mempunyai kesempatan menabrak bumi.

Ilmuwan NASA lebih berhati-hati tentang kemungkinan tersebut.

"Secara teknis, mereka benar, ada kemungkinan di 2036 [bahwa Apophis akan menabrak Bumi]," kata Donald Yeomans, kepala kantor program NASA's Near-Earth Object (NEO). Namun kesempatan itu hanya 1 dalam 250.000, Yeomans menambahkan.

Dalam mitos bangsa Mesir, Apophis adalah roh setan yang menimbulkan kehancuran, ingin membawa kegelapan abadi ke dunia.

Meskipun ukuran asteroid Apophis hanya sedikit lebih besar dari dua lapangan sepak bola (390 meter), dampak tabrakannya dengan Bumi, pakar Astronomi mengingatkan akan dampak lebih besar dari yang diperkirakan seperti  visualisasi  dibawah ini.(dakdem)

Read More >>

Jumat, 04 Februari 2011

Ditemukan Spesies baru "Dumbo Octopus"

Spesies baru Grimpoteuthis ditemukan di Samudra Atlantis. Ini adalah gurita dari genus Grimpoteuthis juga dikenal sebagai "Dumbo gurita" dari sirip telinga seperti menonjol dari bagian atas tubuh mereka kepala-seperti, menyerupai telinga gajah terbang Walt Disney. Mereka adalah makhluk bathyal, tinggal di kedalaman ekstrim: 3000-4000 meter, dan adalah beberapa yang paling langka dari spesies Octopoda. Mereka bisa flush lapisan transparan kulit mereka di akan, dan adalah hewan pelagis, seperti dengan semua gurita cirrate lainnya. Mari kita check it out ... Mereka melayang-layang di atas dasar laut, mencari cacing, kerang, copepoda pelagis, dan krustasea lainnya. Mereka bergerak dengan berdenyut lengan mereka, menembak air melalui corong mereka, atau dengan melambaikan sirip mereka seperti telinga. Mereka dapat menggunakan teknik ini masing-masing secara terpisah atau semua secara bersamaan. Laki-laki dan perempuan yang berbeda dalam ukuran dan pola pengisap. Perempuan yang bertelur secara konsisten, tanpa musim berbiak yang berbeda.(vivanews)




Read More >>

Kamis, 03 Februari 2011

Tidak semua dinosaurus punah 700.000 tahun yang lalu

Tidak semua dinosaurus punah 700.000 tahun yang lalu
Robert F. Walters

Bukti berupa fosil menunjukkan kalau ada dinosaurus yang selamat setelah kepunahan massal 700.000 tahun yang lalu.

Tim peneliti Universitas Alberta, Kanada, berhasil memperkirakan umur fosil dinosaurus yang terdapat di New Mexico. Dikatakan, Fosil tulang paha hadrosaurus berasal dari era 64,8 juta tahun yang lalu. Tim peneliti University of Alberta, Kanada, menarik kesimpulan itu setelah melakukan analisis.

Hasil ini mengejutkan sebab selama ini ilmuwan percaya bahwa dinosaurus punah antara 65,5-66 juta tahun lalu. Jika temuan ini benar, hal tersebut membuktikan bahwa hadrosaurus masih berhasil selamat dari kepunahan massal.

Selama ini, dipercaya bahwa kepunahan dinosaurus terjadi akibat terhalangnya cahaya matahari oleh serpihan debu hantaman asteroid. Akibatnya, iklim berubah secara ekstrem. Vegetasi dan populasi pun punah.

Dengan hasil temuan fosil hadrosaurus ini, Heaman berpendapat perubahan iklim tidak menyapu bersih semua vegetasi. Masih terdapat vegetasi yang bertahan sehingga memungkinkan hadrosaurus untuk hidup.

Heaman juga mengatakan perlunya mengeksplorasi telur-telur yang bertahan dalam lingkungan ekstrem tersebut. Ia mengungkapkan, jika hasil penelitian ini benar, maka teori tentang waktu kepunahan dinosaurus perlu direvisi. Hasil penelitian ini dpublikasikan di jurnal Geology terbaru yang terbit tanggal 26 Januari 2011. (Yunanto Wiji Utomo)
Read More >>

VIDEO: Bima Sakti dan Andromeda Bertabrakan

Galaksi Andromeda dan galaksi Bima Sakti tempat planet Bumi berada merupakan dua galaksi raksasa yang bertetangga. Keduanya hanya terpisah jarak 2,5 juta tahun cahaya atau sekitar 18,8 triliun kilometer.

Sebelumnya, galaksi Andromeda memiliki ukuran lebih kecil. Namun sepanjang perjalananan hidupnya, galaksi itu “memakan” sejumlah galaksi kecil yang terbang di dekatnya akibat besarnya gaya gravitasi yang dimiliki. Akhirnya ukuran Andromeda kurang lebih sama besar dengan Bima Sakti.

Yang menarik, seperti dikutip dari Msnbc, 2 Februari 2011, saat ini galaksi Bima Sakti dan Andromeda saling mendekat dengan kecepatan sekitar 120 kilometer per detik dan akan bertabrakan.

Namun, jaraknya yang masih sangat jauh membuat tabrakan super raksasa ini baru akan terjadi sekitar 3 miliar tahun yang akan datang. Lalu, apakah bumi akan hancur? Untuk mengetahuinya, astronom menggunakan simulasi superkomputer dan mengkalkulasikan skenario yang mungkin terjadi saat Andromeda dan Bima Sakti saling beradu.

Video simulasi yang dibuat menggunakan 100 juta partikel virtual. Film yang dibuat menyoroti ruangan dengan sudut pandang selebar sekitar 10 juta triliun kilometer. Adapun durasi waktu yang direkam oleh simulasi komputer itu mencapai 1 miliar tahun.

Pada video, galaksi Bima Sakti datang dari arah bawah dan Andromeda dari atas.

“Diperkirakan, bintang-bintang di kedua galaksi, termasuk matahari milik tata surya kemungkinan besar tidak akan saling bertubrukan,” kata John Dubinski, astronom dari Canadian Institute for Theoretical Astrophysics, University of Toronto.

Namun demikian, kata Dubinski, gaya gravitasi milik kedua galaksi kemungkinan akan saling menarik, saling berpelintir, dan membelokkan, hingga setelah satu miliar tahun kemudian, galaksi berbentuk elips yang merupakan kombinasi dari Andromeda dan Bima Sakti lahir.

Setelah penggabungan Andromeda dan Bima Sakti tersebut selesai, proses itu akan menyisakan puing-puing berserakan di antariksa. Berikut video:
Read More >>

Rabu, 02 Februari 2011

Ternyata Pembuat Crop Circle Itu Para Siswa SD

Puluhan pelajar setingkat SD di Madrasah Ibtidaiyah Matholibul Ulum, Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mempraktikkan pembuatan crop circle atau lingkaran tanaman dengan pola unik di lahan kosong desa setempat. Guru Matematika dan IPA kelas VI MI Matholibul Ulum, Anshori, di Kudus, mengatakan, desain crop circle yang muncul tiba-tiba di Sleman dan Bantul, DI Yogyakarta, belum lama ini menjadi inspirasi memraktikkan ilmu bangun yang selama ini diajarkan di sekolah.

“Selama di kelas siswa hanya mendapatkan teori, sedangkan di lahan kosong itu siswa diajak mempraktikkan teori yang mereka terima sebelumnya,” ujarnya. Sebanyak 30 siswa kelas VI yang dilibatkan menggunakan alat dan media yang relatif sederhana. Alat yang digunakan adalah tali rafia, pasak bambu, dan kelompen dari papan.

Ia menjelaskan, teknik pembuatannya, para siswa diminta membuat lingkaran geometris yang terdiri atas lingkaran berdiameter 4 meter—di dalamnya terdapat dua segitiga yang membentuk bintang—dengan merobohkan ilalang hingga terlihat bentuk yang diinginkan. Praktik puluhan siswa tersebut tak membuahkan hasil yang memuaskan karena lahan yang digunakan hanya ditumbuhi ilalang dan bukan padi. Meski demikian, dia berharap praktik lapangan tersebut mampu membuat siswa memahami ilmu bangun dengan berbagai bentuk geometris.

Selain itu, katanya, para siswa mampu memahami fenomena crop circle yang santer diisukan buatan makhluk luar angkasa yang mengendarai unidentified flying object (UFO). “Secara ilmiah crop circle bisa dibuat oleh manusia dengan menerapkan ilmu bangun. Mudah-mudahan praktik ini juga bisa mengajak siswa untuk berpikir rasional terhadap segala bentuk bangun yang ada,” ungkapnya.

Latifatul Mufarokah (12), siswa kelas VI, mengaku senang dilibatkan dalam praktik membuat crop circle yang gencar diberitakan sejumlah media di Tanah Air. “Pengalaman ini merupakan yang pertama dalam mempraktikkan ilmu bangun,” ujarnya. Ia berharap praktik serupa bisa dilakukan lagi sehingga kejenuhan siswa menerima pelajaran di kelas bisa dikurangi. Siswa lain, Arif Budiyanto, berharap praktik lapangan bisa diagendakan setiap periode tertentu agar tidak terlalu tegang dengan sejumlah tugas yang diterima. “Lumayan, bisa rekreasi bersama teman-teman secara gratis,” katanya. (kaskus)
Read More >>

NASA Umumkan Penemuan Planet Alien

NASA akhirnya mengumumkan penemuan planet Kepler-10b, yang disebut exoplanet karena memiliki orbit bintang ketimbang matahari, Rabu (2/2/2011).

Penemuan planet alien atau ekstra surya terbaru hasil misi pesawat antariksa Kepler, dilakukan di Auditorium Markas NASA di Washington dan disiarkan di Televisi NASA.

Pengumuman dilakukan dalam sebuah briefing pada pukul 13.00 waktu setempat atau sekitar 3 Februari pukul 01.00 WIB. Briefing tersebut hanya membahas temuan planet ekstra surya terbaru.

Pengumuman resmi di situs NASA mengungkapkan, "Data yang di-release akan memperbarui jumlah kandidat planet. Data berdasarkan observasi yang dilakukan antara tanggal 2 Mei - 17 Sepetember 2009." Pertemuan akan mengikuti jadwal yang telah dirilis hari ini.

Hadir dalam pertemuan itu, pihak yang terkait misi Kepler. Diantaranya Douglas Hudgins dari Kepler Program Sceintist NASA, William Borucki dan Jack Lissauer yang menjadi investigator misi Kepler di Ames Research Center NASA serta Debra Fischer, professor astronomi dari Yale University.

Seperti yang dikutip Tribunnews sebelumnya dari CNN, Selasa (11/1/2011), sebuah pesawat ulang-alik NASA berhasil mendeteksi sebuah planet berbatu-batu dan merupakan planet terkecil yang pernah ditemukan di luar sistem tata surya.

Planet yang disebut exoplanet, karena memiliki orbit bintang ketimbang matahari, disebut Kepler-10b. Memiliki ukuran 1,4 ukuran diameter bumi dan berhasil dikonformasi setelah data dikumpulkan selama delapan bulan. Planet bebatuan yang mirip bumi pertama kali ditemukan oleh Kepler.

"Seluruh kemampuan Kepler berhasil dikonvergensi menjadi sebuah bukti yang solida dari planet berbatu yang menggunakan orbit bintang ketimbang mengorbit di sistem tata surya," demikian dikatakan Natalie Batalha, kepala sains dari dari misi NASA.

"Tim Kepler membuat komitmen di tahun 2010 mengenai penemuan tanda-tanda planet kecil dan kini sudah mulai terlihat," katanya.

Ukuran Kepler 10b dan juga komposisi berbatu lebih mirip bintang ketimbang planet bergas yang memiliki air dan sangat jauh dari bentuk bintang. Demikian keterangan disampaikan NASA. Meski demikian, NASA mengatakan jika model planet ini sangat kecil untuk disebut bintang karena ukurannya 20 kali lebih kecil ketimbang Mercury. Bintang Kepler -10b memiliki jarak 560 tahun perjalanan cahaya ke bumi. (kaskus)
Read More >>

Al-Quran Berbicara Tentang UFO

Di dunia masa kini, ada dua macam kendaraan yang pada umumnya dipakai manusia dalam sejarah hidupnya, yaitu yang memakai tenaga tolak untuk maju contohnya hewan, mobil, kapal laut atau kapal udara.

Yang lainnya memakai gaya centrifugal (melanting [dari titik tolak] ) seperti pesawat UFO yang populer disebut “piring terbang”. Kedua macam kendaraan ini oleh Al-Quran surat An-Nahl ayat 8 disebutkan sebagai benda terapung dan ternak. Yang dimaksud dengan ternak yaitu kuda, unta, keledai, dls. Dan benda terapung maksudnya yaitu segala macam kendaraan yang diwujudkan oleh teknologi manusia termasuk di dalamnya “piring terbang”.

Khusus mengenai “piring terbang”, oleh surat An-Nahl ayat 8 adalah kendaraan yang tidak diketahui manusia dalam waktu ribuan tahun dan oleh surat Az-Zukhruf ayat 12 menyebutkan bahwa Allah SWT menciptakan semua yang berpasangan-pasangan. Maksudnya, ada bagian positif dan bagian negatif dari “piring terbang” itu (positif dan negatif=pasangan). Karena surat Az-Zukhruf ayat 12 ini membicarakan tentang alat transportasi maka tentunya istilah “berpasangan-pasangan” itu adalah kendaraan. Dan kendaraan itu tak lain mungkin adalah “piring terbang” yang memiliki bagian positif dan bagian negatifnya.


Dan (Dia Telah menciptakan) kuda, bagal* dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.
(Surat An-Nahl ayat 8 )

* Bagal adalah peranakan kuda dengan keledai.

Ayat ini menerangkan soal kendaraan yang biasa dan bisa dipakai oleh manusia. Manusia biasa menggunakan kendaraan ternak. Kuda dan keledai merupakan tenaga pembawa dan penarik maka keadaannya sama dengan mobil dan kapal terbang selaku pembawa dan penarik. Penggalan kata “bisa” pada paragraf ini, merupakan sesuatu yang belum diketahui manusia tentang kendaraan.

Baik kuda dan keledai maupun mobil dan kapal terbang sama-sama menggunakan tenaga tolak ke belakang untuk maju ke depan, pada dasarnya kedua macam kendaraan itu memiliki prinsip yang sama. Lalu kendaraan apa yang belum diketahui manusia seperti yang disebutkan pada surat An-Nahl ayat 8 itu?

Hal ini dijawab sendiri oleh Al-Quran :

Dan yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi.
Supaya kamu duduk di atas punggungnya, kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan agar kamu mengucapkan: “Maha Suci Tuhan yang Telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya”.


Dan Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.
(Surat Az-Zukhruf ayat 12 – 14)

Kalau anda membaca susunan ayat Al-Quran ini sepintas mungkin anda tidak merasa mendapatkan sesuatu yang aneh dan baru. Akan tetapi, patut diketahui bahwa tidak ada satu pun ayat suci Al-Quran yang diwahyukan oleh Allah SWT kepada Rasul-Nya yang percuma atau tidak memiliki makna. Kalau anda teliti dan merenungkannya dalam-dalam, semua ayat-ayat yang terkandung dalam Al-Quran itu selalu memiliki unsur-unsur keterkaitan antar ayatnya, baik kaitan ayat yang ada di dalam surat itu sendiri atau kaitan ayat pada surat-surat Al-Quran yang lain. Sederhananya, keterkaitan satu ayat dengan ayat yang lainnya seperti dunia internet yang sedang anda jelajahi ini. Suatu halaman web yang berisi informasi selalu memiliki kaitan atau link, baik link yang menuju ke halaman web itu sendiri ataupun link yang menuju ke halaman web yang lainnya.

Nah, semua unsur-unsur yang saling berkaitan itu tak jarang selalu menghasilkan pemahaman ilmiah yang dapat diterima oleh akal sehat. Dengan begitu, memahami susunan ayat-ayat di atas ini maka “benda terapung” ini adalah suatu kendaraan yang belum diketahui oleh manusia. Seperti yang disebutkan pada surat An-Nahl ayat 8.

Susunan ayat-ayat diatas nantilah kita analisis belakangan.

Sekarang kita masuki persoalan yang nantinya jadi bahan dalam penganalisaan itu.

Al-Quran sering sekali menjelaskan persoalan rotasi dan orbit benda-benda angkasa. Hal itu merupakan gambaran bagi setiap orang agar selalu memperhatikan kenapa Bumi ini berputar pada porosnya, kenapa planet ini bersama planet-planet yang lainnya beredar mengelilingi matahari yang juga berputar di porosnya. Semua planet itu tidak bertiang, tidak bertali dan juga tidak memiliki tempat bergantung. Semuanya bergerak dalam keadaan bebas terapung. Hanya Rawasialah yang memutar planet itu di sumbunya sambil berputar-putar mengelilingi matahari. Sungguh Rawasia itu adalah wujud penting dari sesuatu yang harus diteliti lebih dalam lagi oleh para astronom. Dengan mengetahui keadaan Rawasia setiap planet, maka tabir misteri alam semesta yang tak terbatas itu akan terkuak.

Bumi yang beratnya sekitar 700 triliun ton tidak jatuh pada matahari karena gaya lantingnya (centrifugal) dalam keadaan mengorbit, sebaliknya Bumi juga tidak terlanting jauh keluar dari garis orbitnya sebab ditahan oleh gaya gravitasi pada matahari sebagai pusat orbit. Kekuatan gaya lanting Bumi dan gaya gravitasi adalah sama besarnya, orang ahli menyebutnya dengan Equilibrium. Oleh karena itulah sampai hari ini Bumi yang kita diami terus menerus berputar dan beredar mengelilingi matahari.

Andaikan kalau Bumi hanya memakai gaya lantingnya saja tanpa menggunakan gaya gravitasi. Maka, bisa dipastikan Bumi akan melayang jauh meninggalkan matahari. Dengan begitu, tenaga centrifugal seperti yang dimiliki Bumi dapat diadopsi oleh “piring terbang” untuk terbang jauh jika tenaga gravitasinya dihilangkan.

Nah, akhirnya kita pun sampai pada pertanyaan ini, bagaimana cara menghilangkan gaya gravitasi itu?

Salah satu caranya adalah dengan memutar bagian pesawat secara horisontal. Apabila putaran itu semakin cepat maka semakin besar pula gaya centrifugal yang dihasilkan dan semakin kecillah gaya gravitasinya, sampai akhirnya gaya gravitasi ini akan hilang sama sekali dan mulailah pesawat dapat terangkat dengan mudah tanpa terpengaruh oleh gravitasi Bumi.

Mungkin anda akan bertanya, bagaimana bisa pesawat dapat berputar terus menerus tanpa tumpuan? Dari situlah kita namakan pesawat ini dengan Shuttling System, yaitu pesawat berbentuk piring dempet yang ditengah-tengahnya adalah tempat penumpang.

Anda bisa simak gambar ilustrasi struktur “piring terbang” dibawah ini.


A. Bagian Atas, kita namakan Positif, berputar ke kanan, semakin ke pinggir massanya semakin tebal dan berat.

B. Bagian Bawah, kita namakan Negatif, berputar ke kiri, semakin ke pinggir massanya semakin tebal dan berat.

C. Bagian Tengah, kita namakan Netral, disinilah tempat awak pesawat serta perlengkapan dan mesin yang memutar Positif dan Negatif sekaligus dalam satu kendali.


Praktis pesawat pun akan terangkat dibantu dengan ledakan seperlunya untuk tenaga pembelok dan untuk penambahan kecepatan sewaktu berada di angkasa tanpa bobot.
Read More >>

Subhanallah ! Hujan Darah, Burung Dan Katak Sudah Ada Dalam Al Quran

Meski sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, fenomena hujan berwarna merah kembali ramai dibicarakan. Di India, para penduduk lokal daerah Kerala menemukan baju-baju yang dijemur berubah warna menjadi merah seperti darah. Mereka melaporkan adanya bunyi ledakan dan cahaya terang yang mendahului turunnya hujan yang dipercaya sebagai ledakan meteor.

Contoh air hujan tersebut segera dibawa untuk diteliti oleh ilmuwan independen, Godfrey Louis dan Santosh Kumara dari Universitas Mahatma Gandhi. Pertama kali mereka mengira bahwa partikel merah di dalam air adalah partikel pasir yang terbawa dari gurun Arab. Di Universitas Sheffield, Inggris, seorang ahli mikrobiologis bernama Milton Wainwright mengkonfirmasi bahwa unsur merah tersebut adalah sel hidup. Hal ini dinyatakan karena Wainwright berhasil menemukan adanya DNA dari unsur sel tersebut walaupun ia belum berhasil mengekstraknya.

Sedangkan hujan hewan terjadi pada Juni 2009 di Jepang. Hewan ini memiliki panjang dengan diameter 5 cm berbentuk seperti ikan dan kodok, sejauh ini tidak ada yang dapat menjelaskan kenapa hal ini bisa terjadi. Beberapa orang menyebutkan ini merupakan fenomena langka yang pernah terjadi yang diakibatkan perubahan cuaca yang tidak menentu di negara sakura ini. Bagian meteorologi Jepang juga tidak dapat menjelaskan apa penyebab terjadinya hal tersebut.

Beberapa orang yang seperti menuhankan ilmu pengetahuan menyebutnya sebagai fenomena alam. Istilah agama menyebutnya sunnatullah

Saya tidak menolak adanya proses alam, karena hal itu sesuatu yang natural dan sudah menjadi ketetapan-Nya. Tapi terkadang, kita melupakan sumber segala sebab musabab dan sumber segala sesuatu, yakni Allah swt, Tuhan Semesta Alam. Apa yang hendak ditampakkan adalah Kekuasaan-Nya Yang Maha Tunggal. Agar kita, manusia, tidak lagi sombong dengan menuhankan segala ilmu pengetahuan alam dan melupakan adanya Pencipta Alam.

Alquran dan Injil mengisahkan tentang kesombongan Firaun dan kaumnya. Jika diberi kebaikan dan kemakmuran dari Tuhan, mereka berkata, “Inilah usaha kami.” Manusia zaman sekarang juga ada yang seperti ini, ketika sukses mereka berkata, “Ya, karena usaha saya, saya ini berhasil.” Jika ditimpa kesusahan, kaum Firaun melemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan pengikutnya. (QS. 7: 131)

Seolah menantang dan keras kepala, pengikut Firaun berkata, “Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu.” (QS. 7: 132). Firaun dan pengikutnya yang masih ada hingga sekarang ini meledek bahwa bukti kekuasaan Tuhan yang disampaikan melalui Musa (Moses) dan Harun (Aaron) as. itu sebagai sihir.

“Maka Kami kirimkan kepada mereka topan (thûfân), belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.” (QS. 7: 133)

Jadi, apa yang terjadi di zaman sekarang bukanlah sesuatu fenomena baru dan menganehkan. Zaman dahulu, sebagai bukti bagi orang yang ingkar kepada Tuhan, Allah sudah tampakkan kuasa-Nya. Dan satu hal yang pasti, yakni hal tersebut hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang bukan sekedar berakal tetapi yang betul betul mampergunakan akalnya itu. (sj)
Read More >>

Planet Mars Diduga Sembunyikan Banyak Es

Kutub-kutub planet Mars kemungkinan bukanlah satu-satunya tempat di mana air es bersembunyi di planet itu. Dari penemuan terbaru, astronom memprediksi bahwa es juga hadir di kawah-kawah yang ada di sekitar garis katulistiwa Mars.

Temuan ini disebut-sebut dapat memberikan dampak signifikan terhadap eksplorasi planet Mars di masa depan. Nantinya, es tersebut berpeluang  dapat dimanfaatkan sebagai penyambung hidup ketika manusia mulai ada yang ditugaskan di sana.

Menggunakan gambar-gambar yang diambil oleh Mars Global Surveyor dan Mars Reconnaissance Orbiter, David Shean, Planetary Geologist dari Malin Space Science Systems di San Diego, Amerika Serikat menyebutkan, tampaknya ada banyak material yang kaya akan es terkubur di dasar setidaknya 38 kawah di kawasan Sinus Sabaeus, yang ada di dekat katulistiwa Mars.

“Sangat mengherankan bahwa hal-hal seperti ini tidak disadari sebelumnya meski sudah ada ratusan ribu foto-foto resolusi tinggi yang diambil selama 15 tahun terakhir,” kata Shean, seperti dikutip dari Space, 2 Februari 2011. “Ini bukti bahwa planet Mars memang penuh dengan kejutan.”

Dari penelitian-penelitian terdahulu, kutub planet Mars diperkirakan menyimpan es. Akan tetapi, iklim di planet itu terlalu keras bagi kelangsungan air. Udara di sana sangat tipis sehingga jika ada es di permukaan planet akan segera menguap.

“Sejak lama kami telah melihat gambar-gambar yang menunjukkan bahwa tampak material yang kaya akan es di dasar kawah di kedua kutub Mars,” kata Shean. “Yang mengherankan, ternyata material yang sama juga ditemukan di khatulistiwa planet itu,” ucapnya.

Shean menyebutkan, jika ada es yang terkubur di khatulistiwa, tampaknya ia menyimpan catatan penting terhadap kondisi iklim di masa lalu Mars yang sangat ingin dianalisa oleh ilmuwan.

Lebih lanjut, Shean menyebutkan, kawasan khatulistiwa jauh lebih menarik untuk dijadikan tujuan untuk eksplorasi di masa depan dibandingkan dengan kutub karena mendapatkan lebih banyak sinar matahari dan memiliki temperatur yang lebih hangat.

“Khatulistiwa cocok untuk kendaraan penjelajah bertenaga matahari,” kata Shean. “Namun demikian, eksplorasi masa depan juga membutuhkan air sebagai sumber pendukung kehidupan,” ucapnya.

Temuan es di kawasan khatulistiwa planet Mars tersebut dipaparkan di jurnal Geophysical Research Letters. (hs)
Read More >>

Jakarta Dilanda Banjir Besar Sejak 1621

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun dam atau tanggul raksasa atau giant seawall di pantai utara Jakarta. Proyek ini dibangun untuk mengatasi banjir di Jakarta yang terjadi sejak zaman kolonial.

Terlebih lagi saat ini terjadi peningkatan permukaan air laut dan penurunan permukaan tanah (land subsidence) telah terjadi di sebagian wilayah Jakarta. Makanya, DKI Jakarta merasa pembangunan bendungan raksasa atau giant seawall di pantai utara Jakarta mendesak dan perlu cepat dilakukan.

Berdasarkan kajian Jakarta Coastal Defence Strategy (JCDS), sebuah studi persiapan untuk membuat dam raksasa disebutkan banjir di Jakarta yang terjadi sejak masa penjajahan. Banjir pertama terjadi tahun 1621, diikuti tahun berikutnya tahun 1654 dan 1876. Akibat banjir ini pemerintah Belanda tahun 1918 membangun bendungan yakni Bendungan Hilir, Bendungan Jago dan Bendungan Udik.

Namun tiga bendungan itu tidak bisa mengatasi banjir, maka Belanda membangun Banjir Kanal Barat (BKB), mulai dari Pintu Air Manggarai sampai Muara Angke pada tahun 1922.

Meski sudah dibangun BKB, Jakarta tetap saja banjir pada Januari 1932. Ratusan rumah di kawasan Jalan Sabang dan Thamrin digenangi air.

Di masa pemerintah RI pun banjir besar di Jakarta melanda pada Februari 1976. Jakarta Pusat menjadi lokasi terparah dalam banjir, lebih 200.000 jiwa diungsikan. Setahun kemudian 19 Januari 1977, Jakarta kembali banjir, setidaknya 100.000 jiwa diungsikan.

Memasuki tahun 1980-an  persoalan banjir terus berlanjut. Januari 1984, sebanyak 291 Rukun Tetangga (RT) di aliran Sungai Grogol terendam. Dampaknya terasa di Jakarta Timur, Barat dan Pusat, jumlah total korban tercatat 8.596 kepala keluarga.
Lalu pada 13 Februari 1989, giliran Sungai Ciliwung dan Sungai Pesanggrahan meluap akibat tidak mampu menampung banjir kiriman dari hulu, 4.400 kepala keluarga harus mengungsi. Setelah itu hampir setiap tahun terjadi banjir.

Banjir besar kemudian terjadi pada 13 Januari 1997. Hujan deras selama 2 hari menyebabkan 4 kelurahan di Jakarta Timur alibat luapan Sungai Cipinang, 754 rumah, 2640 jiwa terendam air sekitar 80 cm. Selain itu beberapa jalan utama di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat pun lumpuh akibat banjir. Banjir pada tahun ini juga menyebabkan sarana telekomunikasi dan listrik mati total.

Banjir besar terjadi lagi pada 26 Januari 1999 banjir terjadi lagi di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Ribuan rumah terendam, 6 korban tewas, 30.000 jiwa mengungsi.

Lalu pada 2 -4 Februari 2007 Jakarta dalam kondisi darurat. Banjir menggenangi sekitar 60 persen wilayah Jakarta. Sebanyak 150.000 jiwa mengungsi, 1379 gardu induk terganggu, 420.000 pelanggan listrik terganggu.

Menurut Fauzi Bowo, banjir di Jakarta yang kerap terjadi bisa ditanggulangi dengan membuat tanggul raksasa. Sebab tanggul yang saat ini ada belum memadai.

Diprediksi, dalam 5 sampai 10 tahun ke depan, DKI harus memiliki sistem penanggulan terbaru. Apalagi sistem yang saat ini digunakan sudah tidak bisa diterapkan.

Tanggul ini nantinya, kata Fauzi Bowo, memakai sistem polder atau penampungan air. Harus dibangun lebih ke depan ke arah laut yang menghubungkan pulau terdekat. Sistem ini telah diterapkan di Belanda dan New Orleans, Amerika Serikat.

"Meski air laut tinggi, tetapi kawasan di bawah permukaan air laut tetap kering karena ada tanggul raksasa yang akan memompa air ke laut," jelasnya.
(vivanews)
Read More >>